Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 1 Mei 2024 10:11 WIB

Mitigasi Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Bencana Alam


Mitigasi Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Bencana Alam Perbesar

Baru-baru ini, Indonesia seringkali dilanda bencana alam khususnya gempa bumi. Seperti yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu 27 April 2024 lalu. Gempa bumi berskala magnitudo 6,2 tersebut menyebabkan banyak kerusakan pada rumah warga dan sedikitnya empat orang luka-luka. Dengan banyaknya bencana gempa bumi dalam kurun waktu beberapa bulan ini, maka diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai mitigasi bencana kepada masyarakat untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitigasi adalah tindakan mengurangi dampak bencana. Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa mitigasi adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak buruk atau hal lain yang tidak diinginkan, akibat dari suatu peristiwa, yang umumnya adalah bencana. Bencana sendiri memiliki tiga kelompok kategori, yakni bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial. 

Bencana alam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh alam. Sedangkan bencana non alam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa non alam. Sementara itu, bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh manusia. Bencana alam sendiri masih bisa dibedakan menjadi dua kategori, yakni bencana alam meteorologi dan bencana geologi. Bencana alam meteorologi adalah bencana yang berhubungan dengan iklim, umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus. Sedangkan bencana geologi adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor.

Mengingat bencana alam merupakan risiko yang tidak terhindarkan, maka mitigasi adalah hal penting yang perlu diketahui untuk setidaknya mengurangi dampak dari bencana. Mitigasi adalah langkah yang memiliki sejumlah prosedur dan tahapan guna mengurangi risiko dan dampak dari bencana. Berikut tahap-tahap mitigasi seperti yang dikutip dari laman resmi BPBD Kabupaten Purworejo.

Tahap-Tahap Penanganan Bencana :

1. Mitigasi Sebelum Bencana

Mitigasi adalah langkah yang memiliki tahap awal penanggulangan bencana alam untuk mengurangi dan memperkecil dampak bencana. Mitigasi adalah langkah yang juga dilakukan sebelum bencana terjadi. Contoh kegiatannya antara lain membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan, serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di  wilayah rawan bencana.

2. Perencanaan

Perencanaan dibuat berdasarkan bencana yang pernah terjadi dan bencana lain yang mungkin akan terjadi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan sarana-sarana pelayanan umum yang meliputi upaya mengurangi tingkat risiko, pengelolaan sumber-sumber daya masyarakat, serta pelatihan warga di wilayah rawan bencana.

3. Respons

Tahap ini berlangsung sesaat setelah terjadi bencana. Rencana penanggulangan bencana dilaksanakan dengan fokus pada upaya pertolongan korban bencana dan antisipasi kerusakan yang terjadi akibat bencana.

4. Pemulihan

Langkah ini merupakan langkah yang perlu diambil setelah bencana terjadi guna mengembalikan kondisi masyarakat seperti semula. Pada tahap ini, fokus diarahkan pada penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban serta membangun kembali saran dan prasarana yang rusak. Selain itu, juga perlu dilakukan evaluasi terhadap langkah penanggulangan bencana yang dilakukan.

Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Langkah mitigasi gempa bumi pun dibedakan menjadi tiga, yakni langkah sebelum gempa, langkah saat terjadi gempa, dan langkah pasca gempa. Langkah yang bisa dilakukan sebelum gempa yang dapat mengurangi dampaknya adalah sebagai berikut:

  1. Mendirikan bangunan sesuai aturan baku (tahan gempa)
  2. Kenali lokasi bangunan tempat Anda tinggal
  3. Tempatkan perabotan pada tempat yang proporsional
  4. Siapkan peralatan seperti senter, P3K, makanan instan, dll
  5. Periksa penggunaan listrik dan gas
  6. Catat nomor telepon penting
  7. Kenali jalur evakuasi
  8. Ikuti kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa

Ketika terjadi gempa, ikuti langkah berikut ini:

  1. Tetap tenang
  2. Hindari sesuatu yang kemungkinan akan roboh, kalau bisa ke tanah lapang
  3. Perhatikan tempat Anda berdiri, kemungkinan ada retakan tanah
  4. Turun dari kendaraan dan jauhi pantai.

Setelah gempa, ikuti langkah berikut ini:

  1. Cepat keluar dari bangunan. Gunakan tangga biasa. Periksa sekitar Anda. Jika ada yang terluka, lakukan pertolongan pertama.
  2. Hindari bangunan yang berpotensi roboh.

(Lutfia/POTLOT)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Doxing di Kalangan Mahasiswa: Fenomena yang Mengkhawatirkan

31 Mei 2024 - 14:16 WIB

Upaya Pengelolaan Stress dalam Kehidupan Mahasiswa

18 Mei 2024 - 14:28 WIB

Investor muda mendominasi pasar modal : Faktor ketertarikan Gen Z terhadap investasi 

9 Mei 2024 - 18:23 WIB

Strategi Pembelajaran Abad 21 (Abad Digital)

6 Mei 2024 - 10:00 WIB

Membentuk Keyakinan melalui Keterampilan Berbicara di Depan Umum 

27 April 2024 - 14:55 WIB

MENJADI GENERASI MUDA YANG PEDULI AKAN KESEHATAN MENTAL

19 April 2024 - 10:49 WIB

Trending di Artikel