Menu

Mode Gelap
 

Berita · 7 Agu 2023 05:41 WIB

Mencegah Stunting, Tim II Universtas Diponegoro Membuat Program Budidaya Lele dengan Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk Masyarakat dalam Skala Rumah Tangga


Mencegah Stunting, Tim II Universtas Diponegoro Membuat Program Budidaya Lele dengan Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk Masyarakat dalam Skala Rumah Tangga Perbesar

Sukoharjo (04/08) —  – Tim II Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN UNDIP) telah mencatatkan prestasi gemilang dalam upaya pemberdayaan masyarakat Desa Puron, Kecamatan Bulu Sukoharjo, dengan meluncurkan Program Recirculating Aquaculture System (RAS) atau Sistem Budidaya Ikan Resirkulasi untuk skala rumah tangga. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting dengan mengkonsumsi ikan lele dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga di wilayah Desa Puron secara  efisien dan berkelanjutan.

Program RAS adalah sebuah sistem inovatif yang digunakan dalam budidaya ikan, termasuk lele, dengan memanfaatkan teknologi canggih yaitu pompa untuk mengelola kualitas air di dalam kolam budidaya. Dengan sistem ini, masyarakat dapat menghemat air, mengurangi biaya operasional, dan memperbaiki kualitas ikan yang dihasilkan.

Mahasiswi Tim II KKN Universitas Diponegoro, Vanessa Kurniawan, menyatakan bahwa program ini merupakan solusi yang tepat bagi masyarakat di Desa Puron. “Kami ingin membantu masyarakat untuk mencegah stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program RAS ini memungkinkan budidaya lele dengan skala kecil tetap berdaya saing dan berkelanjutan,”

Proses implementasi program RAS melibatkan pendekatan partisipatif, di mana tim KKN UNDIP bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam merancang dan membangun sistem RAS pada kolam-kolam budidaya lele di rumah tangga. Tim memberikan pelatihan dan pendampingan bagi petani ikan dalam penggunaan dan perawatan sistem RAS.

Reaksi masyarakat sangat positif terhadap program ini. Masyarakat antusias dan bersemangat untuk belajar dan menerapkan sistem RAS ini. Mereka melihat potensi besar dalam meningkatkan hasil panen dan pendapatan dari budidaya lele skala rumah tangga.

Keberhasilan Program RAS ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan air yang lebih efisien dan pengurangan limbah.

Tim II KKN UNDIP berharap bahwa program ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui sektor perikanan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa KKN UNDIP telah membuktikan bahwa mereka memiliki peran penting dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat desa dan wilayah sekitarnya. (Vanessa Kurniawan/Tim II KKN Desa Puron)

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peresmian Muladi Dome: Gedung Serba Guna Terbesar di Jawa Tengah Milik Universitas Diponegoro

12 April 2024 - 09:22 WIB

Perayaan Idul Fitri: Kisah Inspiratif di Balik Perayaan Idul Fitri yang Mengharukan

11 April 2024 - 07:43 WIB

Gempa Bumi Tuban-Bawean : 2.393 Rumah Rusak, 9.648 Orang Mengungsi

25 Maret 2024 - 18:50 WIB

SAH! KPPR FSM TETAPKAN KETUA-WAKIL BEM FSM DAN SENATOR FSM 2024

16 Januari 2024 - 14:27 WIB

FSM BERGERAK MENCARI PENGGANTI ‘IBU’, RAPOR MERAH DI AKHIR KEPEMIMPINAN?

21 November 2023 - 09:10 WIB

SM FSM GELAR DISKUSI TERBUKA TERKAIT KONTROVERSI ISI PERSEMA PEMIRA: TUJUANNYA APA?

12 November 2023 - 17:07 WIB

Trending di Berita