Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 18 Mar 2024 11:45 WIB

Kecerdasan Buatan (AI) Semakin Canggih: Peluang dan Tantangan Baru di Dunia Kerja


Kecerdasan Buatan (AI) Semakin Canggih: Peluang dan Tantangan Baru di Dunia Kerja Perbesar

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Teknologi ini telah berkembang pesat dan kini diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun sebenarnya apa itu AI? Dilansir dari Universitas Stekom, AI adalah teknologi yang dirancang untuk membuat sistem komputer mampu meniru kemampuan intelektual manusia. AI memungkinkan komputer untuk belajar dari pengalaman, mengidentifikasi pola, membuat keputusan, dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan cepat dan efisien. Kemampuan mesin untuk belajar dan beradaptasi secara mandiri membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dunia kerja.  

Bagaimana peluang dengan adanya AI dalam dunia kerja?

Kecerdasan buatan atau AI memberikan berbagai peluang dalam dunia kerja saat ini, yaitu:

• Peningkatan Efisiensi: AI mampu menangani pekerjaan repetitif dan berbasis data dalam waktu singkat dan tepat. Hal ini membebaskan sumber daya manusia untuk berfokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, inovasi, dan keterampilan interpersonal.

• Otomasi Proses: AI dapat mengautomasi berbagai proses bisnis, seperti layanan pelanggan dan analisis data. Ini mengurangi human error dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

• Keahlian Baru Bermunculan: AI menciptakan kebutuhan akan keahlian baru, seperti keahlian dalam bidang desain sistem AI, analisis data, dan keamanan siber.

• Pengambilan Keputusan Lebih Akurat: Sistem AI yang dibekali dengan data dalam jumlah besar dapat membantu perusahaan membuat keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran dan berdasarkan fakta.

Lalu bagaimana tantangan adanya AI dalam dunia kerja?

• Hilangnya Lapangan Kerja: Otomatisasi proses melalui AI dapat menyebabkan berkurangnya kebutuhan terhadap tenaga kerja manusia di sektor tertentu. Perlu adanya perencanaan dan program reskilling untuk membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan ini.

• Bias dalam Algoritma: Sistem AI yang dikembangkan berdasarkan data dapat mencerminkan bias yang ada di masyarakat. Penting untuk mengawasi dan mengendalikan potensi bias ini agar AI tetap adil dan objektif.

• Isu Etis: Seiring dengan kemajuan AI, muncul perdebatan mengenai isu etis seperti pertanggungjawaban sistem AI dan potensi penggunaan AI untuk kejahatan. Perlu dibuat regulasi yang jelas untuk mengendalikan pengembangan dan penggunaan AI.

• Ketidaksetaraan Kerja: Penerapan AI dapat memperlebar kesenjangan sosial jika tidak dikelola dengan baik. Pastikan teknologi AI dapat diakses oleh semua pekerja dan tidak menimbulkan diskriminasi.

Jadi, AI berpotensi menjadi peluang maupun ancaman

AI menawarkan peluang otomatisasi pekerjaan repetitif dan administratif.  Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Sebagai contoh, chatbot yang didukung AI kini banyak digunakan untuk melayani pelanggan secara efektif selama 24 jam. Selain itu, AI juga memiliki potensi untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analisa data yang kompleks. Misalnya, di bidang medis, AI dapat membantu dokter menganalisa hasil rontgen dengan lebih cepat dan akurat. Namun, di sisi lain, kehadiran AI juga menimbulkan kekhawatiran terutama terkait potensi hilangnya lapangan pekerjaan. Beberapa pekerjaan yang bersifat rutin dan tidak membutuhkan banyak keahlian diprediksi akan tergantikan oleh mesin.

Apakah manusia akan tergantikan dengan AI?

Para pakar percaya bahwa AI tidak akan secara keseluruhan menggantikan peran manusia. AI lebih berfungsi sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan kemampuan manusia dalam bekerja. Justru dengan adanya AI, manusia dapat berfokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kecerdasan emosional, dan kemampuan berinteraksi secara efektif dengan orang lain. AI membawa transformasi besar dalam dunia kerja. Namun, transformasi ini bukanlah substitusi. AI hadir sebagai peluang untuk manusia bekerja lebih efektif dan produktif. Dengan menyiapkan diri melalui pengembangan keahlian, manusia tetap dapat berperan penting dan sukses dalam menyelami era AI.

(Naswa/POTLOT)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Doxing di Kalangan Mahasiswa: Fenomena yang Mengkhawatirkan

31 Mei 2024 - 14:16 WIB

Upaya Pengelolaan Stress dalam Kehidupan Mahasiswa

18 Mei 2024 - 14:28 WIB

Investor muda mendominasi pasar modal : Faktor ketertarikan Gen Z terhadap investasi 

9 Mei 2024 - 18:23 WIB

Strategi Pembelajaran Abad 21 (Abad Digital)

6 Mei 2024 - 10:00 WIB

Mitigasi Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Bencana Alam

1 Mei 2024 - 10:11 WIB

Membentuk Keyakinan melalui Keterampilan Berbicara di Depan Umum 

27 April 2024 - 14:55 WIB

Trending di Artikel