Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 18 Mei 2024 14:28 WIB

Upaya Pengelolaan Stress dalam Kehidupan Mahasiswa


Upaya Pengelolaan Stress dalam Kehidupan Mahasiswa Perbesar

Setiap manusia yang hidup tentu tidak lepas dari masalahnya masing-masing. Masalah-masalah yang timbul tersebut dapat berupa tuntutan kehidupan bagi seorang individu yang berasal dari faktor eksternal maupun internal. Faktor lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pertemanan serta diri sendiri adalah contoh dari sekian banyak pemicu  terjadinya stres. Stres merupakan suatu kondisi dimana adanya ketidakseimbangan antara kapasitas atau sumber diri dengan tuntutan yang dimiliki. Ketidakseimbangan tersebut dianggap oleh individu sebagai suatu hal yang menyeramkan. mengerikan, dan berbahaya yang akan mengancam kehidupannya. Seorang individu yang tengah menganggap dirinya sedang dalam fase stress akan merasakan beban yang berat dan tidak sepadan dengan kemampuan yang dimiliki sehingga individu tersebut akan kesulitan untuk memutuskan sebuah solusi.

Stres dapat terjadi pada siapapun, tanpa mengenal usia maupun gender. Stres yang dialami oleh setiap orang memiliki pemicunya masing-masing. Mungkin kita sering mendengar banyak berita yang menyatakan bahwa stress dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang, bahkan hingga mengakibatkan kejadian yang sangat fatal seperti bunuh diri.  Tidak jarang pula kabar tersebut terjadi pada mahasiswa. Mahasiswa , sebagai dalah satu generasi muda cukup memiliki banyak tekanan dari berbagai sumber. Tuntutan akademik yang mewajibkan mahasiswa berkompeten dalam bidang keilmuannya, tugas perkembangan untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain, serta ekspektasi orang lain yang diberikan kepada mahasiswa tersebut  adalah beberapa dari banyaknya pemicu yang menyebabkan mahasiswa menjadi tertekan. Keinginan mahasiswa untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut seringkali kurang disesuaikan dengan kapasitas yang dimiliki. 

Perlu kita ketahui bahwa stres akan membawa dampak buruk apabila kita tidak tahu cara memahami dan mengatasinya. Stres dapat memberi dampak ringan hingga dampak yang sangat mengkhawatirkan. Dampak stress telah diklasifikasikan ke dalam empat aspek yaitu fisik, kognitif, emosi, dan perilaku. Dampak stress pada aspek fisik meliputi gangguan tidur, peningkatan detak jantung, ketegangan otot, pusing, demam, kelelahan, serta kekurangan energi. Tanda stress telah berdampak pada kognitif yaitu terjadinya kebingungan, sering lupa, kekhawatiran yang berlebih, dan kepanikan. Pada aspek emosi, dampak yang terjadi yaitu individu mudah sensitif dan mudah marah, frustasi, dan merasa tidak berdaya. Pada aspek perilaku, stress berdampak pada hilangnya keinginan untuk bersosialisasi, kecenderungan untuk menyendiri, keinginan menghindari orang lain, dan timbulnya rasa malas yang sering terjadi. Setelah mengetahui dampak yang terjadi akibat stress, sudah seharusnya kita melakukan suatu aksi untuk mengurangi dampak tersebut terjadi pada kita.

Stres dapat diatasi dan dikelola melalui tahap-tahap yang disebut program manajemen stress. Manajemen stress merupakan suatu kemampuan individu untuk mengelola stress yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat tiga tahap dalam program manajemen stress, yaitu mengetahui dan mengenali stress dan sumber stress, mendapatkan dan mempraktekkan keterampilan coping terhadap stress, serta yang ketiga yaitu mempraktekkan teknik manajemen stress pada suatu peristiwa dan dilihat keefektifannya. Terdapat beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi tekanan yang mengakibatkan stress pada mahasiswa.

1. Melakukan “curhat” dengan orang yang kita percaya

Disaat kita tengah mengalami hari-hari berat yang menekan batin kita, kita hanya perlu tempat paling aman untuk mencurahkan segala isi hati kita. Dengan sekedar menceritakan hal kecil yang mengganggu suasana hati kita, hal itu dapat mencegah suasana hati kita menjadi lebih buruk.

2. Pengalihan rasa stress

Rasa stress akan terus menghantui pikiran kita apabila kita terus meratapinya tanpa melakukan hal lain sebagai pengalihan sesaat. Pengalihan stress sesaat ini perlu dilakukan agar pikiran kita mengambil waktu jeda setelah digunakan untuk memikirkan hal yang menyedihkan. Pengalihan rasa stress ini dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal yang kita sukai, walaupun hanya sekedar mendengarkan musik relaksasi yang menenangkan.

3. Melakukan afirmasi positif untuk diri kita

Afirmasi positif yaitu suatu pernyataan positif yang kita ucapkan dan kita pikirkan untuk diri sendiri. Cara ini disebut juga dengan self talk. Self talk yang dilakukan secara rutin akan membantu kita untuk mengatasi rasa takut, meningkatkan kepercayaan diri, dan meningkatkan keyakinan kita terhadap kemampuan yang kita miliki. 

(Sintya/POTLOT)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Doxing di Kalangan Mahasiswa: Fenomena yang Mengkhawatirkan

31 Mei 2024 - 14:16 WIB

Investor muda mendominasi pasar modal : Faktor ketertarikan Gen Z terhadap investasi 

9 Mei 2024 - 18:23 WIB

Strategi Pembelajaran Abad 21 (Abad Digital)

6 Mei 2024 - 10:00 WIB

Mitigasi Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Bencana Alam

1 Mei 2024 - 10:11 WIB

Membentuk Keyakinan melalui Keterampilan Berbicara di Depan Umum 

27 April 2024 - 14:55 WIB

MENJADI GENERASI MUDA YANG PEDULI AKAN KESEHATAN MENTAL

19 April 2024 - 10:49 WIB

Trending di Artikel