Menu

Mode Gelap
 

Artikel · 27 Apr 2024 14:55 WIB

Membentuk Keyakinan melalui Keterampilan Berbicara di Depan Umum 


Membentuk Keyakinan melalui Keterampilan Berbicara di Depan Umum  Perbesar

Bagaimana cara berbicara yang baik? Apakah berbicara dengan artikulasi yang jelas? Atau berbicara tanpa mengambil tarikan napas? Tidak. Sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati.

Dalam buku “Bicara Itu Ada Seninya,” penulis Oh Su Hyang mengungkapkan strategi menggunakan teknik komunikasi yang tepat dan efektif, menciptakan kenyamanan dan ketertarikan bagi lawan bicara. Buku ini menarik minat banyak pembaca untuk memahami esensi seni berkomunikasi yang benar. Penulis ingin memberikan beberapa ringkasan mengenai cara berkomunikasi yang baik  menurut buku tersebut. 

Ucapan memiliki peran yang sangat penting. Keterampilan berbicara yang baik menjadi kunci untuk mempresentasikan diri kita di tengah interaksi sosial. Mereka yang mampu berkomunikasi dengan baik cenderung lebih sukses daripada yang lain. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi, kita harus memahami teknik-teknik komunikasi yang efektif. Masalahnya, hanya beberapa orang yang mengetahuinya. Mayoritas orang tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan baik. Mereka kadang salah sangka bahwa orang lain pandai berbicara karena bawaan lahir, sehingga mereka akan berkata kepada dirinya sendiri, “jika sejak awal tidak mahir berbicara, maka hal itu tidak akan bisa diperbaiki”.

Penyebab Takut Berbicara

  1. Trauma Salah Berbicara

Di sekitar kita, tidak banyak orang yang bisa presentasi atau menyajikan paparan penting karena trauma salah ucap. Mereka mengalami hambatan besar dalam dunia kerja. Berbicara merupakan daya saing yang sangat penting dalam bisnis, sehingga jika tidak bisa menguasainya maka mau tidak mau akan tersingkir.

Banyak juga orang di luar sana yang tidak bisa berbicara dengan normal akibat trauma. Ciri-ciri gejala ini adalah:

  • Berbicara terbata-bata
  • Suara kecil dan bergetar
  • Gagap berlebihan
  • Tidak berani menatap mata orang lain

Oleh karena itu, cara untuk mengatasi trauma adalah dengan membangkitkan kembali rasa percaya diri dan mengubah diri menjadi orang yang mampu berbicara dengan cerdas.

  1. Kurang Percaya Diri

Keyakinan diri yang kuat membuat kita diakui sebagai ahli berbicara secara tegas, lugas, dan jelas. Barack Obama dan Steve Jobs memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena berhasil mengatasi trauma dan rasa rendah diri yang disebabkan oleh keadaan mereka yang malang. Rasa percaya diri yang kuat adalah hal utama untuk bisa pandai berbicara. Kita harus terbebas dari luka atau rasa rendah diri yang membuat kita tidak berani berbicara kepada orang lain. Dengan demikian, kita akan dapat berbicara dengan sorot mata tajam dan menyentuh hati pendengar.

Tips menghilangkan rasa takut dan gugup saat berbicara

Mereka yang kurang percaya diri mudah merasa berdebar-debar saat berbicara di hadapan orang banyak. Mari kita ketahui beberapa tips untuk menghilangkan rasa takut dan gugup. Ada empat hal yang membuat kita memiliki keberanian untuk berbicara dengan baik:

  1. Membuat karikatur pendengar 

Cobalah berpikir bahwa audiens bukanlah orang yang akan menilai kita, melainkan orang yang akan mendengarkan cerita kita dengan gembira. Masih merasa takut menghadapi audiens? Kalau begitu, bayangkan bahwa audiens yang sedang mendengarkan cerita kita sedang menyembunyikan kaus kakinya yang berlubang di dalam sepatunya. Anda akan merasa lebih anyaman dan menunjukkan kemampuan Anda dengan baik.

  1. Menghindari merendahkan kapasitas diri saat memperkenalkan diri

“Saya tidak sempat mempersiapkannya dengan baik…”

“Saya banyak kekurangan, tapi….”

Kalimat-kalimat seperti ini tidak berfungsi untuk mengungkapkan rasa rendah hati. Kalimat ini justru membuat kepercayaan audiens turun dan membuat mereka tidak bisa fokus, Hal ini membuat kita menjadi lebih gelisah dan tidak bisa lolos dari rasa gugup.

  1. Mempelajari materi dengan baik

Jika kita lebih banyak tahu daripada audiens, mereka akan berhenti menilai dan mulai memasang telinga. Saat kita menguasai apa yang akan disampaikan, audiens akan melihat dengan sorot mata lembut dan mendengarkan, bukan dengan tatapan menghakimi. Mempelajari materi presentasi akan lebih mudah dalam berbicara.

  1. Mengucapkan “Mantra” dengan penuh keyakinan 

Selalu memantrai diri sendiri dengan ucapan yang meyakinkan untuk meredakan rasa gugup. Ucapan mantra itu bisa dilakukan dengan membayangkan diri sendiri saat berada di atas panggung. Lama kelamaan akan muncul keberanian dalam diri kita.

“BERBICARALAH LAYAKNYA SEORANG PEMIMPI, MAKA MIMPIMU AKAN MENJADI NYATA”

(Rona/POTLOT)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Doxing di Kalangan Mahasiswa: Fenomena yang Mengkhawatirkan

31 Mei 2024 - 14:16 WIB

Upaya Pengelolaan Stress dalam Kehidupan Mahasiswa

18 Mei 2024 - 14:28 WIB

Investor muda mendominasi pasar modal : Faktor ketertarikan Gen Z terhadap investasi 

9 Mei 2024 - 18:23 WIB

Strategi Pembelajaran Abad 21 (Abad Digital)

6 Mei 2024 - 10:00 WIB

Mitigasi Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Bencana Alam

1 Mei 2024 - 10:11 WIB

MENJADI GENERASI MUDA YANG PEDULI AKAN KESEHATAN MENTAL

19 April 2024 - 10:49 WIB

Trending di Artikel